Pendidikan
UNDIP Gandeng Industri Kembangkan Kosmetik Anti-Aging Berbasis Bioteknologi Laut
Produk ini merupakan hasil riset konsorsium tiga perguruan tinggi, yaitu UNDIP, Universitas Riau (UNRI), dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).

SEMARANG – UNDIP membangun kolaborasi dengan Natureline, UKM yang bergerak di bidang aromaterapi dan parfum badan untuk pengembangan produk kosmetik body lotion spray “POSTBIO-FUSE” berbahan dasar senyawa aktif simbion mangrove dan sedimen hasil eksplorasi bioteknologi kelautan. Produk ini merupakan hasil riset konsorsium tiga perguruan tinggi, yaitu UNDIP, Universitas Riau (UNRI), dan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).
Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan rasa antusiasmenya terhadap kolaborasi ini sebagai wujud nyata upaya hilirisasi riset yang menjadi target universitas. Beliau mengungkapkan bahwa meskipun UNDIP telah menghasilkan ribuan paten sederhana, jumlah hasil riset yang berhasil bertransformasi menjadi produk siap pasar masih sangat terbatas. Hal ini menjadi tantangan tersendiri yang harus diatasi.
“Hasil riset sudah banyak, tapi hanya sekitar 10% yang berhasil terhilirisasi. Produk inovasi UNDIP harus tersebar dan benar-benar ada di pasar. Kita perlu terus berikhtiar agar hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium,” jelas Prof. Suharnomo.
Pemilik Natureline, Arini Khoiriyah, menyambut baik kolaborasi ini sebagai upaya saling mendukung antara keahlian riset akademisi dan pengalaman praktis pelaku industri. “Kami memiliki penelitian yang sangat minim, sementara UNDIP memiliki banyak sekali sumber daya. Melalui kerja sama ini, pihak UNDIP berperan dalam keunggulan riset, dan kami mendukung dalam aspek produksi dan pemasaran. Kami berharap produk ini dapat segera menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Arini.
Salah satu peneliti dari UNDIP, Prof. Dr. Ir. Delianis Pringgenies, M.Sc., menyoroti keunggulan ilmiah dan potensi besar yang dimiliki oleh produk POSTBIO-FUSE. “Produk ini memanfaatkan bakteri simbion laut dan mangrove hasil seleksi yang terbukti memiliki aktivitas antibakteri, antiinflamasi, dan anti-aging. Ini adalah bakteri nusantara yang telah masuk publikasi ilmiah Q1, kemudian diformulasikan ke dalam lotion model spray yang lembut, sepenuhnya berbahan alami,” jelas Prof. Delianis.
POSTBIO-FUSE merupakan produk kosmetik inovatif yang dikembangkan melalui eksplorasi bioteknologi kelautan. Produk ini menggunakan senyawa aktif hasil simbiosis mangrove dan sedimen laut yang telah melalui rangkaian pengujian in vitro dan in vivo secara komprehensif. Keunggulan utama POSTBIO-FUSE meliputi:
• Berbasis bakteri unggul: Memanfaatkan mikrobioma unik dari ekosistem laut dan mangrove di Indonesia.
• Multifungsi: Terbukti secara ilmiah memiliki khasiat sebagai antibakteri, antiinflamasi, dan anti-aging.
• Formulasi Aman & Alami: Produk berbentuk body lotion spray yang lembut, aman bagi mikrobioma kulit, dan berbahan alami.
• Siap Hilirisasi: Sebagai hasil kolaborasi riset berskala besar, produk ini dirancang untuk segera memenuhi standar industri dan memperoleh izin edar BPOM, dengan proses produksi yang dikelola oleh mitra industri Natureline.
Untuk meresmikan kegiatan ini, Universitas Diponegoro (UNDIP) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Natureline guna memperkuat hilirisasi produk hasil riset perguruan tinggi. Penandatanganan ini dilakukan pada Jumat (21/8) oleh Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., bersama pemilik Natureline, Arini Khoiriyah, bertempat di Ruang Kerja Rektor, Gedung Widya Puraya, Kampus UNDIP Tembalang. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memajukan inovasi kosmetik berbasis bioteknologi laut di Indonesia.
Kerja sama antara UNDIP dan Natureline ini diharapkan tidak hanya menghasilkan produk kosmetik yang bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi model sukses hilirisasi penelitian perguruan tinggi yang berkelanjutan di Indonesia, sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam pencapaian SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan inovasi teknologi, dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi lintas sektor antara akademisi dan pelaku industri.(fi)
Baca juga
Baca Juga
Kategori
Berita Kategori Lainnya
Pilihan Redaksi















