Rute tersebut meliputi Jakarta–Surabaya, Jakarta–Semarang, Jakarta–Yogyakarta, serta Jakarta–Bandung.

ABL-9000 juga memiliki bagian dalam perjalanan sejarah nasional. Kereta seri tersebut pernah digunakan untuk mendukung perjalanan peserta Konferensi Asia-Afrika pada 1955.

Dalam perkembangannya, fungsi sebagian kereta seri ABL-9000 mengalami perubahan. Beberapa unit kemudian dikonversi menjadi kereta kelas ekonomi.

Sebagian lainnya kembali mengalami konversi menjadi kereta kelas eksekutif pada dekade 1990-an dan digunakan dalam pelayanan KA Argo Lawu.

Luqman menegaskan, kehadiran livery tersebut bukan sekadar mengulang tampilan lama, melainkan membawa kembali cerita yang menyertai perjalanan kereta pada masanya.

“Yang kami hadirkan hari ini bukan sekadar tampilan livery lama. Ada cerita panjang di baliknya. Kereta yang dahulu menjadi bagian dari perjalanan penting pada masanya, kini inspirasinya hadir kembali melalui rangkaian KA Argo Merbabu dalam momentum HUT ke-81 KAI,” jelas Luqman.