Regional
HUT ke-81 KAI, Argo Merbabu Hadirkan Nuansa Sejarah
HUT ke-81 KAI dirayakan lewat vintage livery KA Argo Merbabu dan puisi Di Stasiun Tawang, menghadirkan sejarah perkeretaapian kepada publik.

Melalui pembacaan puisi, stasiun tidak hanya dimaknai sebagai tempat kereta datang dan berangkat.
Stasiun juga dipandang sebagai ruang yang menyimpan berbagai cerita manusia, mulai dari perjalanan, pertemuan, perpisahan, kehidupan kota, hingga perubahan zaman.
Bagi KAI Daop 4 Semarang, pembacaan puisi tersebut melengkapi cerita sejarah yang sebelumnya dihadirkan melalui vintage livery KA Argo Merbabu.
Jika vintage livery membawa kembali wajah kereta dari masa lalu, puisi menghadirkan cerita dan rasa yang tumbuh di sekitar perjalanan kereta api.
Perpaduan keduanya menjadi cara untuk melihat sejarah perkeretaapian Indonesia tidak hanya melalui sarana transportasi, tetapi juga melalui perjalanan manusia dan budaya yang tumbuh di sekitarnya.
“Kereta api dan sastra memiliki satu ruang pertemuan yang sama, yaitu manusia dan perjalanannya. Stasiun menjadi tempat banyak cerita dimulai maupun berakhir. Karena itu, melalui pembacaan puisi di Stasiun Tawang, kami ingin menghadirkan cara lain untuk melihat perjalanan kereta api, tidak hanya dari sisi sarana dan perjalanan, tetapi juga dari sisi budaya dan cerita manusia,” kata Luqman.
Baca juga
Baca Juga
Kategori
Berita Kategori Lainnya
Pilihan Redaksi


















