"Untuk Bank Pembangunan Daerah, penyalur terbesar juga Bank Jateng," katanya.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan capaian tersebut merupakan kebanggaan bersama. Program kredit perumahan itu memberi manfaat bagi masyarakat kurang mampu, terutama masyarakat yang tergolong desil 1, 2, 3, dan 4. Sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam memfasilitasi masyarakat untuk memiliki rumah layak huni.

"Pak Presiden dan Menteri PKP mengapresiasi KUR Perumahan di Jateng.  Bank Jateng juga diapresiasi karena tertinggi di Indonesia. Ini memang menjadi prioritas kita bersama, termasuk Bank Jateng salah satu bank untuk KUR UMKM," katanya.

Sementara itu, Direktur Dana Jasa dan UMKM Bank Jateng, Anna Kusumarita, menjelaskan kredit perumahan atau  Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) memang ditujukan untuk masyarakat yang berpenghasilan rendah. Profesinya bermacam, mulai Aparatur Sipil Negara (ASN), wiraswasta, pegawai swasta, maupun pekerja informal.

Menurutnya, kredit perumahan di Bank Jateng dinilai  terjangkau, bunganya 5% per tahun, kemudian juga mendapatkan subsidi sebesar Rp4 juta, sudah termasuk bebas biaya Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan  (BPHTB) dan jangka cicilan 15 dan 20 tahun. 

“Ini untuk calon debitur berpenghasilan di bawah Rp8 juta," katanya.