Sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian kesenian tradisional, Pemerintah Kota Semarang menyerahkan secara simbolis satu set busana wayang orang lengkap kepada Ngesti Pandowo. Bantuan tersebut diterima Ketua Ngesti Pandowo, Joko Purnomo, untuk digunakan dalam pementasan.

Pada kesempatan yang sama, Wali Kota juga memberikan tanda tresna kepada lima keluarga pendiri Ngesti Pandowo, yakni keturunan Ki Sastrosabdo, Ki Narto Sabdo, Ki Darso Sabdo, Ki Kusni, dan Ki Sastro Soedirdjo.

Agustina menjelaskan, bantuan busana tersebut bukan sekadar menggantikan kostum lama yang selama ini digunakan para pemain, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga nilai sejarah Wayang Orang Ngesti Pandowo.

"Baju ini simbolnya hanya satu, tapi kami membuatkan banyak untuk menggantikan baju wasiat yang selama ini dipakai teman-teman pemain wayang orang. Baju yang sangat tua nantinya masuk ke museum supaya nanti menjadi pelajaran bagi generasi berikutnya."

Selain menyerahkan bantuan kostum, Pemkot Semarang juga telah melakukan renovasi gedung pertunjukan di TBRS, memperbarui berbagai peralatan pendukung, serta menyiapkan dukungan berkelanjutan bagi para seniman.

Dukungan tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan hingga perhatian terhadap pendidikan anak-anak para pelaku seni. Langkah itu menjadi bagian dari pengembangan wisata budaya Kota Semarang yang tidak hanya berfokus pada penyelenggaraan pertunjukan, tetapi juga kesejahteraan para senimannya.