Menurut Agustina, pengembangan Ngesti Pandowo merupakan bagian dari strategi besar untuk menjadikan TBRS sebagai rumah bagi berbagai aktivitas kesenian. Ke depan, kawasan tersebut akan menjadi lokasi penyelenggaraan beragam agenda budaya, mulai dari pertunjukan wayang orang, macapat, geguritan, hingga kegiatan budaya lainnya yang masuk dalam kalender event Kota Semarang.

Melalui langkah tersebut, Pemerintah Kota Semarang berharap pelestarian budaya tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Sebaliknya, upaya itu diharapkan mampu memperkuat ekosistem seni, mengembangkan pariwisata daerah, sekaligus menjadikan Wisata Budaya sebagai salah satu identitas utama Kota Semarang.