Ronny juga mendorong keterlibatan masyarakat sipil dan media dalam mengawasi pelaksanaan pembangunan serta penggunaan anggaran daerah.

“Teman-teman media ini juga sebagai fungsi kontrol,” ujarnya.

Sorotan lainnya disampaikan politisi PSI Muhammad Farchan yang menilai kanal aspirasi masyarakat perlu diperkuat. Ia menyoroti pentingnya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) agar kebijakan pembangunan tetap berangkat dari kebutuhan warga.

“Musrenbang itu kunci sebagai bottom up,” katanya.

Farchan masih berharap Pemkot Semarang memiliki waktu untuk melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap kebijakan pembangunan. Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada proyek fisik, tetapi harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

FGD FOMOS tersebut menggarisbawahi pentingnya evaluasi terhadap arah pembangunan dan politik anggaran Kota Semarang. Persoalan utama yang mengemuka adalah sejauh mana APBD benar-benar digunakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta memastikan manfaat pembangunan dirasakan secara merata.(fi)