Peristiwa
Raih Rekor LEPRID, Wali Kota Agustina Persembahkan Penghargaan bagi Warga Kota Semarang
Sekitar 25 ribu peserta mengikuti Festival Tari Dug Dug Der Semarangan. Kegiatan tersebut mencatatkan Rekor LEPRID.

“Kota Semarang dibangun dari keberagaman, sehingga budaya harus menjadi ruang yang menyatukan. Dug Dug Der diciptakan sebagai karya yang bisa dilakukan bersama, dinikmati bersama, dan menjadi kebanggaan bersama,” tegasnya.
Penyelenggaraan Festival Nari Bareng Dug Dug Der Semarangan juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Agustina menilai semangat persatuan yang tercermin dalam kegiatan tersebut sejalan dengan nilai kebangsaan yang perlu terus ditanamkan kepada generasi penerus.p
“Kemerdekaan mengajarkan kita untuk bersatu dalam keberagaman. Hari ini kita menunjukkan bahwa budaya menjadi bahasa yang efektif untuk mempererat masyarakat,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, apresiasi juga diberikan kepada sejumlah pihak pendukung acara, termasuk penerimaan penghargaan khusus dari Museum Gubug Wayang (MGW) yang diwakili oleh Penasehat MGW Group, Kombes Polisi Tri Suhartanto.
Agustina menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan tersebut lahir dari dukungan berbagai elemen masyarakat. “Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Ada banyak pihak yang ikut mendukung, mulai dari aparatur, komunitas, seniman, dunia usaha, hingga masyarakat. Kolaborasi seperti inilah yang harus terus kita bangun,” ujarnya.
Agustina berharap pencatatan rekor tersebut menjadi pemantik agar gerakan kebudayaan di Kota Semarang terus berjalan secara konsisten melalui sekolah, sanggar seni, komunitas, hingga tingkat kelurahan.
Baca juga
Baca Juga
Kategori
Berita Kategori Lainnya
Pilihan Redaksi




















