“Jangan sampai hari ini kita mencetak rekor, besok selesai. Rekor ini kita jadikan titik awal untuk memperluas gerakan budaya di seluruh wilayah,” tuturnya.

Festival Tari Dug Dug Der Semarangan menjadi penanda bagaimana tradisi dapat dilestarikan melalui cara yang kreatif dengan melibatkan generasi muda tanpa menghilangkan akar sejarahnya. Dari Simpang Lima, Kota Semarang menunjukkan bahwa budaya dapat menjadi kekuatan sosial yang mempererat warga sekaligus memperkuat identitas kota.(fi)