Selain pengembangan kebun kelengkeng, Agustina juga mengusulkan agar kawasan tersebut dilengkapi dengan berbagai jenis budidaya lainnya. Salah satunya melalui pengembangan perikanan lele dan nila sehingga pengunjung, khususnya anak-anak, memperoleh pengalaman belajar yang lebih beragam.

"Jadi sembari belajar bagaimana kelengkeng bisa berbuah dengan luar biasa besar, kita juga belajar yang lain-lainnya," katanya.

Menurut Agustina, pengembangan agrowisata di Kota Semarang diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata baru, tetapi juga menghadirkan manfaat edukatif bagi masyarakat. Kehadiran kawasan tersebut dapat menjadi media pembelajaran mengenai budidaya pertanian dan perikanan bagi para pengunjung.

Di sisi lain, keberadaan agro eduwisata juga diharapkan mampu memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat sekitar melalui pengembangan berbagai potensi yang ada di kawasan tersebut.

Melalui pengembangan Agro Eduwisata, Pemerintah Kota Semarang berharap konsep wisata berbasis edukasi dan pertanian dapat terus berkembang sejalan dengan upaya mewujudkan pembangunan Kota Semarang yang berkelanjutan sekaligus memperkuat sektor pariwisata daerah.