JAKARTA – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyebut investasi pada Surat Berharga Negara (SBN) dan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dapat menjadi alternatif investasi bagi masyarakat karena menawarkan imbal hasil yang kompetitif dibandingkan deposito.

Direktur Pembiayaan Syariah Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu, Deni Ridwan, mengatakan kupon sejumlah instrumen SBN atau SBSN dapat mencapai sekitar 7 persen.

Menurutnya, tingkat tersebut relatif lebih tinggi dibandingkan bunga deposito yang berada di kisaran 2-3 persen.

“Kalau dibandingkan dengan investasi hanya di simpanan, SBN atau SBSN merupakan investasi yang lebih menarik. Kalau di deposito, mungkin bunga atau kuponnya sekitar 2-3 persen. Tapi kalau di instrumen SBN bisa mencapai 7 persen,” kata Deni dalam Seminar Manfaat Sukuk Negara, Senin (10/8/2026).

Pajak SBN dan SBSN Lebih Rendah

Selain menawarkan kupon kompetitif, Deni menyebut SBN dan SBSN memiliki keunggulan dari sisi pajak.

Menurut dia, pajak atas imbal hasil SBN dan SBSN dikenakan sebesar 10 persen. Sementara itu, bunga deposito dikenakan pajak yang lebih tinggi.

“Di deposito, pajaknya bisa 20 persen. Tapi di SBN atau SBSN, pajaknya hanya 10 persen,” jelasnya.

Perbedaan tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat dipertimbangkan investor ketika memilih instrumen investasi.

Meski demikian, investor tetap perlu memahami karakteristik masing-masing instrumen, termasuk tenor, likuiditas, risiko pasar, serta ketentuan pencairan sebelum menentukan pilihan investasi.

Sukuk Ritel SR025 Segera Terbit

Di sisi lain, pemerintah melalui DJPPR Kemenkeu dijadwalkan menerbitkan Sukuk Ritel seri SR025 pada 21 Agustus 2026.

Masa penawaran SR025 diproyeksikan berlangsung mulai 21 Agustus hingga 16 September 2026.

SR025 akan tersedia dalam dua pilihan tenor, yakni SR025T3 dengan jangka waktu tiga tahun dan SR025T5 dengan tenor lima tahun.

Nilai nominal setiap unit ditetapkan sebesar Rp1 juta, sehingga masyarakat dapat mulai berinvestasi dengan modal yang relatif terjangkau.

Sukuk Ritel SR025 juga dirancang dengan kupon tetap (fixed rate) yang dibayarkan kepada investor setiap bulan.

Bagi masyarakat yang mempertimbangkan investasi pada surat berharga negara, penerbitan SR025 menjadi salah satu instrumen yang dapat diperhatikan. Namun, keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan tujuan keuangan, profil risiko, kebutuhan likuiditas, dan kemampuan masing-masing investor. (fi)