JAKARTA – Dunia usaha terus berubah. Cara konsumen memilih produk, perkembangan teknologi, hingga pola kerja membuat pelaku usaha harus semakin cepat menyesuaikan diri jika ingin mempertahankan bisnisnya.

Di tengah perubahan tersebut, pengusaha tidak lagi cukup hanya memiliki modal dan keberanian untuk memulai usaha. Kemampuan beradaptasi, konsistensi, membangun relasi, serta memiliki tujuan yang jelas menjadi bagian penting dalam menghadapi era baru kewirausahaan.

Direktur & General Manager Herbalife Indonesia, Oktrianto Wahyu Jatmiko, mengatakan perubahan dunia kewirausahaan dalam satu dekade terakhir terlihat dari semakin banyaknya orang yang mengubah passion menjadi peluang bisnis.

"Dunia kewirausahaan saat ini telah mengalami banyak perubahan dibandingkan satu dekade lalu. Semakin banyak orang mengubah passion mereka menjadi sebuah bisnis sekaligus mendefinisikan kembali arti kesuksesan sesuai dengan tujuan masing-masing,” ujar Oktrianto di Jakarta, Selasa (25/8/2026).

Menurut Oktrianto, perubahan tersebut membuat pengusaha harus mampu menerjemahkan visi besar menjadi kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.

Optimisme, kata dia, memang penting ketika seseorang membangun bisnis. Namun, optimisme tanpa disiplin dan tindakan nyata tidak cukup untuk menjaga bisnis tetap berkembang.

“Optimisme saja tidak cukup untuk membangun bisnis yang berkembang dan berkelanjutan. Para pengusaha yang berhasil adalah mereka yang mampu menerjemahkan tujuan besar menjadi disiplin yang dilakukan setiap hari,” katanya.

Pasar Berubah, Pengusaha Harus Ikut Bergerak

Kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci menghadapi perubahan dunia usaha. Pelaku bisnis perlu terus memperbarui pengetahuan dan memahami perubahan kebutuhan pelanggan.

Pengusaha juga dituntut tidak berhenti belajar. Rasa ingin tahu dapat mendorong pelaku usaha menemukan pendekatan baru ketika menghadapi perubahan pasar.

Proses belajar dapat dilakukan melalui pelatihan, berdiskusi dengan mentor, maupun pengalaman langsung ketika berinteraksi dengan pelanggan.

Dengan cara tersebut, pengusaha dapat mengetahui perubahan kebutuhan pasar sekaligus menjaga agar bisnis tetap relevan.

Jangan Hanya Mengejar Transaksi

Di tengah persaingan bisnis, hubungan dengan pelanggan juga menjadi bagian yang tidak kalah penting.

Oktrianto menilai pengusaha perlu membangun hubungan berkelanjutan dengan pelanggan, mitra, maupun tim. Hubungan yang kuat dapat menciptakan kepercayaan dan membangun komunitas yang mendukung pertumbuhan usaha.

“Ketika kita mengutamakan hubungan sebelum transaksi, kita membangun loyalitas yang dapat bertahan jauh lebih lama daripada satu kali penjualan,” jelasnya.

Menurutnya, hubungan yang baik dapat menjadi aset jangka panjang bagi sebuah bisnis karena kepercayaan tidak dapat dibangun hanya melalui satu kali transaksi.

Konsistensi Jadi Ujian Pengusaha

Menjalankan bisnis tidak selalu berjalan sesuai rencana. Pengusaha dapat menghadapi perlambatan usaha, perubahan tujuan hingga keraguan terhadap kemampuan diri.

Dalam kondisi tersebut, konsistensi menjadi salah satu faktor yang menentukan keberlangsungan bisnis.

Namun, konsistensi bukan berarti pengusaha harus bekerja tanpa batas. Pelaku usaha tetap perlu menentukan prioritas dan menjaga fokus terhadap tujuan yang ingin dicapai.

Kebiasaan yang dilakukan secara konsisten dapat membangun kredibilitas dan kepercayaan secara bertahap.

Pengusaha juga perlu melakukan evaluasi secara berkala. Dengan mengukur perkembangan setiap minggu, pelaku usaha dapat mengetahui pencapaian sekaligus menemukan bagian yang masih perlu diperbaiki.

Kesuksesan Tak Lagi Punya Satu Ukuran

Oktrianto melihat karakter pengusaha di era baru semakin beragam. Mereka semakin melek teknologi dan memiliki tujuan yang lebih personal dalam membangun bisnis.

Kewirausahaan pun tidak lagi sekadar tentang membangun perusahaan atau mengejar pertumbuhan sebesar-besarnya.

Bisnis kini juga menjadi sarana bagi seseorang untuk menciptakan peluang dan menentukan sendiri seperti apa bentuk kesuksesan yang ingin dicapai.

“Saya melihat kebiasaan-kebiasaan yang sama mendorong kesuksesan jangka panjang di antara para pengusaha yang saya temui dan bekerja bersama setiap hari. Mereka membuktikan bahwa konsistensi, rasa ingin tahu, dan kemampuan membangun hubungan bukan sekadar strategi bisnis, tetapi merupakan fondasi bagi pertumbuhan jangka panjang,” ujar Oktrianto.

Pada akhirnya, era baru kewirausahaan membawa tantangan sekaligus peluang bagi pelaku usaha.

Pengusaha yang mampu menetapkan tujuan, cepat beradaptasi, terus belajar, membangun hubungan, menjaga konsistensi, dan melakukan evaluasi dinilai memiliki bekal lebih kuat untuk menjaga bisnis tetap relevan dan berkelanjutan.(fi)