Karena itu, Taj Yasin meminta agar hasil FGD tidak hanya berhenti sebagai pembahasan atau forum pertukaran gagasan. Pertemuan tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret berupa skema pembiayaan yang sesuai dengan karakter dan kemampuan IKM.

“Ini yang harus kita dorong bersama-sama dan kita carikan terobosan-terobosan,” katanya.

Menurut Taj Yasin, pembahasan mengenai pembiayaan hijau untuk IKM Jawa Tengah menjadi penting karena sektor industri memiliki posisi strategis dalam perekonomian provinsi tersebut.

Pada triwulan II 2026, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tercatat mencapai 5,71 persen secara tahunan. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama sebesar 5,29 persen.

Sementara secara kumulatif, ekonomi Jawa Tengah sepanjang semester pertama 2026 tumbuh sebesar 5,80 persen.

Sektor industri tercatat menjadi penyumbang terbesar dalam struktur perekonomian Jawa Tengah dengan kontribusi sebesar 33,18 persen.