Setelah industri, sektor perdagangan memberikan kontribusi sebesar 13,78 persen, disusul sektor pertanian sebesar 12,56 persen.

Besarnya kontribusi sektor industri tersebut membuat pengembangan sektor itu tidak hanya diarahkan untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk meningkatkan produktivitas, daya saing, kualitas lapangan kerja, serta keberlanjutan dalam jangka panjang.

“Kita tidak cukup hanya berbicara bagaimana mempertahankan pertumbuhan, kita juga harus berbicara tentang bagaimana pertumbuhan tersebut mampu menciptakan produktivitas yang lebih tinggi, daya saing yang lebih kuat, lapangan kerja yang semakin berkualitas dan keberlanjutan ekonomi dalam jangka panjang,” kata Taj Yasin.

Sementara itu, Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Jawa Tengah, Taufik Andriawan, mengatakan pembiayaan hijau dibutuhkan sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko krisis lingkungan.

Selain itu, skema pembiayaan tersebut juga dinilai penting untuk mendukung arah pembangunan Jawa Tengah periode 2025-2030.

Taufik mengatakan, perbankan di Jawa Tengah telah memberikan dukungan penuh terhadap pembiayaan hijau melalui penyaluran kredit kepada sektor-sektor yang memiliki potensi mendukung pembiayaan tersebut.